slot gacor depo 10k slot depo 10k
BeritaHUKRIMKajati Sulsel Didik Farkhan AlisyahdiKejari BonePENDIDIKAN & BUDAYAU T A M A

Kajati Sulsel Memperkenalkan 3 Instruksi dan Program Prioritas Jajaran Kejari Bone

Pada tanggal 6 April 2026, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) wilayah Sulsel, Ny Ery Didik Farkhan, serta Asisten Pembinaan (Asbin) Kejaksaan Tinggi, Abdillah, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengarahan dan mendengarkan langsung masukan dari jajaran Kejari Bone mengenai pelaksanaan tugas mereka di lapangan.

Respons Hangat dari Jajaran Kejari Bone

Setibanya di lokasi, rombongan Kajati disambut dengan antusias oleh Kepala Kejari Bone, Muliadi, beserta sekitar 70 pegawai yang ada di lingkungan Kejari. Sambutan yang hangat ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum.

Dialog Interaktif dengan Pegawai

Selama kunjungan tersebut, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi tidak hanya menerima laporan kinerja, tetapi juga meluangkan waktu untuk berdialog. Ia mendengarkan secara langsung aspirasi serta keluhan dari pegawai Kejari Bone terkait kendala yang mereka hadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Tiga Instruksi dan Program Prioritas

Dalam pengarahannya, Kajati Sulsel memberikan tiga instruksi penting yang menjadi program prioritas bagi jajaran Kejari Bone. Instruksi ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional Kejari dalam menjalankan tugasnya.

1. Optimalisasi Penanganan Pidana Korupsi

Instruksi pertama adalah peningkatan kualitas dalam penanganan perkara pidana, terutama yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Kajati menekankan pentingnya fokus pada kasus yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

2. Peningkatan Pelayanan Publik

Instruksi kedua berfokus pada modernisasi dan digitalisasi sistem pelayanan publik. Hal ini termasuk kemudahan dalam proses pembayaran tilang, pengambilan barang bukti, dan pemeriksaan saksi.

  • Mempermudah proses pembayaran tilang
  • Meningkatkan efisiensi pengambilan barang bukti
  • Menyederhanakan prosedur pemeriksaan saksi
  • Implementasi program Saksi Prima untuk kenyamanan saksi
  • Penggunaan teknologi untuk pelayanan yang lebih cepat

Dr. Didik Farkhan Alisyahdi juga mengajak jajaran Kejari untuk mengoptimalkan program Saksi Prima, yang bertujuan untuk memberikan layanan dan kenyamanan ekstra bagi saksi selama proses persidangan di pengadilan.

3. Kesejahteraan Pegawai (Zero Indekos)

Instruksi ketiga adalah terkait dengan kesejahteraan pegawai, yang diwujudkan melalui program Zero Indekos. Program ini bertujuan untuk membangun hunian bagi pegawai agar tidak perlu lagi mengontrak atau menyewa tempat tinggal.

Peresmian TK Adhyaksa XX Bone

Setelah memberikan pengarahan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi dan Ny Ery Didik Farkhan meresmikan gedung baru TK Adhyaksa XX Bone, yang merupakan sekolah binaan Kejari Bone. Kunjungan ini juga diwarnai dengan pembagian bantuan perlengkapan sekolah kepada 79 peserta didik, sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Pentingnya Pendidikan Berbasis Moral

Dalam kesempatan tersebut, Kajati menekankan kepada tenaga pendidik untuk terus memberikan layanan pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai moral dan kedisiplinan. Ia berharap agar generasi muda yang dibina di sekolah ini dapat menjadi penerus yang baik di masa depan, termasuk di institusi Kejaksaan.

Bantuan Nyata untuk Proses Belajar Mengajar

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kenyamanan proses belajar mengajar, Kajati Sulsel secara spontan memberikan tiga unit Air Conditioner (AC) untuk ruang kelas di TK tersebut. Ini menunjukkan komitmen Kajati dalam mendukung pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak.

Dengan serangkaian program prioritas yang jelas dan terencana, diharapkan jajaran Kejari Bone dapat menjalankan tugasnya dengan lebih optimal, memberikan pelayanan publik yang lebih baik, serta meningkatkan kesejahteraan pegawai. Semua ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan institusi Kejaksaan yang responsif dan berorientasi pada masyarakat.

Related Articles

Back to top button