Michaela Elsiana Paruntu Resmi Daftar sebagai Calon Tunggal Ketua DPD Partai Golkar
Pada tanggal 10 April 2026, Michaela Elsiana Paruntu (MEP) mengambil langkah penting dalam karier politiknya dengan mendaftarkan diri sebagai calon tunggal Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar di Sulawesi Utara. Melalui langkah ini, MEP berupaya mendemonstrasikan komitmennya untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut menuju masa depan yang lebih cerah.
Kedatangan yang Dihormati di Sekretariat DPD I
MEP tiba di kantor Sekretariat DPD I Partai Golkar Sulut sekitar pukul 18.00 WITA, disambut oleh pengurus dan pendukungnya. Keduanya, MEP dan sang kakak, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD I, menunjukkan sinergi yang kuat dalam momen bersejarah ini.
Dukungan Mayoritas untuk MEP
Langkah MEP untuk memimpin Partai Golkar Sulut bukanlah tindakan sembarangan. Ia mengklaim bahwa dirinya telah mendapatkan dukungan mayoritas dari para pengurus daerah, yang menjadi modal penting dalam pencalonannya.
“Saya hadir bersama teman-teman pimpinan DPD II yang mendukung saya untuk maju. Saya tidak akan maju sendiri karena ini adalah kesepakatan kami semua. Kita ingin Partai Golkar, baik di level provinsi maupun kabupaten, maju bersama-sama,” ungkap MEP setelah menyerahkan berkas pendaftaran.
Visi MEP untuk Partai Golkar
Setelah proses pendaftaran, MEP mengungkapkan visinya untuk membawa Partai Golkar lebih dekat kepada masyarakat. Ia berkomitmen untuk menjaga nama baik partai dengan tetap mengikuti arahan dari pusat.
“Yang pertama, kami akan tetap tertib dan tegak lurus bersama Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Itu adalah prioritas utama,” tegasnya, menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan tugas kepemimpinan.
Strategi untuk Membangun Partai
Michaela menyadari bahwa kepemimpinan CEP telah meninggalkan standar yang tinggi. Namun, dia percaya bahwa pendekatan antargenerasi yang fresh dapat memberikan semangat baru bagi partai.
“Kakak Tetty (CEP) telah memberikan standar yang tinggi. Namun, saya ingin menekankan satu hal: kami adalah generasi yang berbeda! Berikan kami kesempatan untuk berinovasi dan berkontribusi dengan semangat kami di Golkar. Kami akan membuktikan bagaimana generasi milenial dapat berbuat untuk partai ini,” ucapnya dengan penuh optimisme.
Manajemen Waktu yang Efektif
Menjawab pertanyaan mengenai pembagian waktu antara karier politik dan perannya dalam pelayanan gereja, MEP menegaskan bahwa ia tidak merasa terbebani. Baginya, kunci utama adalah manajemen waktu yang baik.
“Kami paham cara membagi waktu. Saya yakin Tuhan memberikan tanggung jawab ini karena Dia percaya kami mampu menjalankannya. Ada waktu khusus untuk bekerja di kantor, turun ke lapangan bersama partai, dan melakukan pelayanan di gereja. Apa yang saya capai hari ini tidak terlepas dari bantuan Tuhan, sehingga pelayanan tetap menjadi prioritas,” tuturnya.
Target MEP untuk Masa Depan Partai
Dengan berfokus pada masa depan, MEP memiliki target ambisius untuk meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di tingkat DPRD kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI dalam kontestasi politik yang akan datang.
Kehadiran Ketua Umum Partai Golkar
Sementara itu, Christiany Eugenia Paruntu, sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut saat ini, menegaskan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, akan hadir untuk membuka Musyawarah Daerah Ke-11 (XI) Partai Golkar Sulawesi Utara.
“Beliau akan datang langsung untuk membuka Musda besok, Sabtu (11/4/2026), dan akan menginap di Manado satu malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Maluku Utara,” jelas Christiany.
Calon Tunggal Ketua DPD I Partai Golkar
Dengan proses pendaftaran yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 20.00 WITA, MEP menjadi satu-satunya calon yang mendaftar di DPD I Partai Golkar Sulut, memastikan posisinya sebagai calon tunggal untuk jabatan Ketua DPD I.
Keputusan MEP untuk maju dalam pencalonan ini mencerminkan dedikasinya untuk membawa Partai Golkar ke arah yang lebih baik. Dengan berbagai dukungan yang telah diperolehnya, MEP bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi partai dan masyarakat Sulawesi Utara.
