Pada penutupan Pekan Ramadan 2026, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah. Melalui semangat yang diusung dalam program Kolaborasi Sumut Berkah, ia menekankan pentingnya kerja sama untuk mencapai Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan.
Ajakan untuk Berkolaborasi
Sulaiman menyampaikan ajakannya ini di hadapan ribuan pengunjung yang hadir dalam acara penutupan yang berlangsung di halaman Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Kota Medan, pada Minggu, 15 Maret 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemajuan yang dicita-citakan untuk Sumatera Utara tidak hanya tergantung pada pembangunan fisik semata, melainkan juga pada kekuatan kebersamaan dan kepedulian sosial di antara masyarakat.
“Sumatera Utara tidak akan pernah menjadi daerah yang besar hanya karena aspek fisiknya. Kekuatan sebenarnya terletak pada bagaimana masyarakat saling peduli dan mendukung satu sama lain. Hari ini, kita telah membuktikan bahwa kolaborasi adalah kekuatan yang nyata,” ujarnya dengan penuh semangat.
Mendukung Sinergi Berbagai Pihak
Menurut Sulaiman, pelaksanaan Pekan Ramadan 2026 adalah contoh konkret dari sinergi antara berbagai elemen, termasuk pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, pesantren, serta para santri. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga berkontribusi pada pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selama acara berlangsung, beragam aktivitas menarik diselenggarakan. Ini mencakup bazar UMKM, pasar sembako, kegiatan sosial, serta acara keagamaan yang diisi dengan lantunan ayat suci Alquran oleh santri dan anak-anak yatim. Semua ini membangun suasana penuh kebersamaan yang kental dengan nuansa Ramadan.
Suasana Keberkahan Ramadan
Sulaiman mengungkapkan, selama beberapa hari terakhir, lokasi acara dipenuhi dengan lantunan ayat suci Alquran dan doa-doa. “Kita menyaksikan anak-anak yatim dan para santri melantunkan ayat suci Alquran. Masyarakat datang bukan hanya untuk berbelanja atau menikmati suasana Ramadan, tetapi juga untuk mencari keberkahan serta menyalakan harapan bagi Sumatera Utara,” tambahnya.
Dia juga menekankan bahwa semangat kebersamaan yang terjalin selama kegiatan harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari serta dalam upaya pembangunan daerah. “Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh seberapa besar tingkat kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap satu sama lain, serta sinergi antara masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Pentingnya Peran Masyarakat dalam Pembangunan
Sulaiman menegaskan, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah. “Kemajuan daerah ditentukan oleh seberapa kuat masyarakat saling percaya, saling mendukung, dan saling menjaga satu sama lain,” tegasnya, menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pembangunan.
Dalam laporan dari Direktur Utama PPSU, Ferry Indra, diungkapkan bahwa Pekan Ramadan Sumut 2026 yang berlangsung dari 7 hingga 15 Maret 2026 melibatkan sekitar 50 pelaku UMKM. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang positif bagi masyarakat.
Mendorong Perputaran Ekonomi yang Positif
Selama penyelenggaraan acara, tercatat jumlah pengunjung yang datang ke kawasan PRSU mencapai sekitar 5.000 orang. Ferry menjelaskan bahwa kegiatan ini telah memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal. “Melalui acara ini, terjadi perputaran ekonomi yang cukup baik. Ini mencerminkan semangat kolaborasi serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang bersinergi dengan pelaku usaha dan pesantren,” ujarnya.
Ferry menambahkan, semangat Ramadan yang terpancar dari kegiatan ini harus terus dipelihara dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap semangat kolaborasi yang terbangun pada tahun ini dapat terus kita jaga untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Inspirasi dari Tausiyah
Pada acara penutupan tersebut, hadir penceramah Ustadz Ucay Batubara yang memberikan tausiyah kepada para pengunjung dan masyarakat yang hadir. Tausiyah tersebut mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam suasana Ramadan yang penuh hikmah ini, kolaborasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat diharapkan tidak hanya berpartisipasi dalam acara-acara seremonial, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Membangun Masyarakat yang Solid
Pembangunan daerah yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi yang tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan yang positif.
Melalui berbagai program dan kegiatan, masyarakat diharapkan dapat saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Inisiatif seperti Pekan Ramadan ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi semua pihak.
Manfaat Kolaborasi Masyarakat
Beberapa manfaat dari kolaborasi masyarakat dalam pembangunan daerah antara lain:
- Meningkatkan kepedulian sosial di antara warga.
- Memperkuat jaringan sosial dan dukungan antar komunitas.
- Mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi lokal.
- Meningkatkan kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah.
- Menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan harmonis.
Dengan berbagai manfaat tersebut, jelas bahwa kolaborasi masyarakat adalah kunci untuk menciptakan daerah yang lebih baik. Setiap individu yang terlibat dalam kolaborasi ini berkontribusi pada perubahan yang lebih besar, sehingga menciptakan dampak positif bagi seluruh masyarakat.
Pentingnya Kesinambungan dalam Kolaborasi
Kesinambungan dalam kolaborasi adalah hal yang tak kalah penting. Setelah kegiatan seperti Pekan Ramadan berakhir, masyarakat diharapkan tetap menjaga semangat kerja sama yang telah terbentuk. Ini dapat dilakukan melalui berbagai inisiatif dan program lanjutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Penting bagi setiap individu untuk merasa bahwa mereka memiliki tanggung jawab dalam pembangunan daerah. Dengan adanya rasa memiliki, kolaborasi dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan. Hal ini juga akan memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Dengan tekad dan semangat kolaboratif yang kuat, masyarakat Sumatera Utara dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada. Kerja sama yang terjalin akan menjadi fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Sulaiman Harahap dan seluruh elemen yang terlibat dalam Pekan Ramadan 2026 telah menunjukkan bahwa dengan kolaborasi yang baik, segala sesuatu mungkin dicapai. Ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan untuk terus mendorong kemajuan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Sumatera Utara.
Semangat kolaborasi masyarakat harus terus dilanjutkan, tidak hanya dalam konteks acara tertentu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, harapan untuk melihat Sumatera Utara yang unggul dan berkelanjutan dapat terwujud bersama.
