Survei LIPDem: Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Bobby-Surya di Tahun Pertama

Setelah satu tahun menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menerima apresiasi yang signifikan dari masyarakat. Survei yang dilakukan oleh Lembaga Investigasi Pemilu dan Demokrasi (LIPDem) bersama Jurnal Pemerintahan Medan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bobby dan wakilnya, Surya, berada pada level yang tinggi, mencerminkan harapan dan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan mereka.
Tingkat Kepuasan Masyarakat Bobby-Surya
Survei ini melibatkan 800 responden yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara selama tiga bulan terakhir. Hasilnya sangat menggembirakan, dengan lebih dari 85 persen responden mengungkapkan kepuasan serta rasa puas yang mendalam terhadap kinerja pasangan Bobby-Surya dalam memimpin provinsi ini.
Detail dari survei tersebut menunjukkan bahwa 681 responden mengaku puas, sementara 96 responden atau 12 persen menyatakan kurang puas, dan sekitar 3 persen sisanya merasa belum puas. Penilaian positif ini mencerminkan reaksi masyarakat yang cenderung optimis terhadap berbagai langkah yang diambil oleh pemerintahan saat ini.
Faktor Pendorong Tingkat Kepuasan
Beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bobby-Surya antara lain adalah:
- Percepatan pembangunan infrastruktur
- Peningkatan pertumbuhan ekonomi
- Program-program strategis pemerintah daerah
- Kerjasama dengan sektor swasta
- Tanggapan cepat terhadap bencana
Dukungan dari kalangan dunia usaha, terutama dari Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadin Sumut), juga menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan sektor swasta. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi provinsi yang tercatat mencapai 7,2 persen.
Infrastruktur dan Respons Terhadap Bencana
Masyarakat juga memberikan penilaian positif terhadap kecepatan pemerintah provinsi dalam menangani kerusakan akibat bencana. Perbaikan jembatan dan jalan di Desa Garoga yang rusak akibat banjir dilakukan dengan cepat, sehingga dapat digunakan kembali dalam waktu singkat. Tindakan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak bencana.
Di sektor perbankan, pengawasan yang ketat terhadap kinerja Bank Sumut oleh pemerintah sebagai pemegang saham utama terbukti efektif. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan nasabah sepanjang tahun 2024.
Kebijakan Kesehatan yang Inovatif
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga meluncurkan sejumlah kebijakan inovatif di bidang kesehatan. Salah satu terobosan tersebut adalah pemberian beasiswa bagi dokter spesialis yang bersedia bertugas di daerah terpencil, termasuk Nias Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya kesehatan dan memperluas akses layanan medis bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.
Keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas juga tercatat dalam survei ini. Program layanan kesehatan gratis melalui fasilitas mitra BPJS Kesehatan telah menjangkau lebih dari 15,6 juta jiwa atau lebih dari 80 persen penduduk Sumatera Utara sejak resmi diluncurkan pada 1 September 2025.
Respons Terhadap Tantangan dan Kritik
Terkait dengan beberapa staf yang mengundurkan diri, responden menganggap hal tersebut lebih disebabkan oleh ketidakmampuan mengikuti ritme kerja yang dinamis dari Gubernur. Meskipun demikian, ada juga kritik yang disampaikan oleh sebagian responden mengenai isu inflasi, yang dianggap perlu penanganan lebih tegas. Inflasi di Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 tercatat mencapai 5,32 persen, yang dipicu oleh fluktuasi harga pangan dan emas.
Namun, berkat langkah-langkah strategis yang melibatkan kerjasama dengan pelaku usaha dan petani, inflasi pada triwulan pertama tahun 2026 berhasil ditekan menjadi sekitar 4,71 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 4,76 persen.
Penanganan Bencana Secara Langsung
Dalam penanganan bencana, Gubernur Bobby Nasution menunjukkan komitmennya dengan turun langsung ke lokasi-lokasi yang terdampak. Ia bahkan sering kali menghabiskan malam di daerah-daerah terpencil untuk merasakan langsung kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat. Sikap ini menunjukkan kedekatan emosional dan kepedulian yang tinggi terhadap warganya.
Contoh nyata dari kepedulian ini terlihat saat banjir bandang dan longsor melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara pada 25 November 2025. Pemerintah provinsi segera menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak, memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Evaluasi Proyek dan Komitmen Pembangunan
Sikap tegas Gubernur Bobby juga terlihat dalam evaluasi proyek-proyek penting, seperti revitalisasi Stadion Teladan di Medan. Ia mengancam untuk mencabut status stadion tersebut sebagai calon tuan rumah Piala AFF U-19 2026 jika progres pembangunan tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tindakan ini menegaskan komitmennya terhadap kualitas dan standar pembangunan infrastruktur di daerah ini.
Penilaian Umum Terhadap Kepemimpinan
Direktur LIPDem, Henry Sitorus, mengungkapkan bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Bobby Nasution mendapat penilaian yang sangat baik dari masyarakat. Banyak responden menilai kepemimpinan Bobby sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Penilaian ini diperkuat oleh analisis pemberitaan di media digital serta pemantauan percakapan di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.
“Secara umum, masyarakat menilai kepemimpinan Bobby Nasution cukup responsif, progresif, dan berorientasi pada percepatan pembangunan daerah,” tambah Henry. Dengan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi, Bobby dan Surya tampaknya berada di jalur yang tepat untuk melanjutkan program-program pembangunan yang telah mereka rencanakan.
