
Blora, sebuah kabupaten yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah, mempunyai visi besar untuk tahun 2027. Dengan berfokus pada peningkatan produktivitas daerah serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, berharap untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerahnya dan mengembangkan potensi lokal yang ada.
Strategi Pemkab Blora 2027: Pendorong Ekonomi Melalui Wisata dan Pertanian
Pada 2027, Kabupaten Blora berencana untuk meningkatkan produktivitas daerah dan mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, dalam sambutannya di Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2027, menegaskan bahwa kabupaten ini memiliki banyak potensi di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan UMKM, serta peluang untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Penyusunan RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027
Proses penyusunan RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027 telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas, semuanya turut berpartisipasi dalam menciptakan rencana pembangunan yang inklusif dan partisipatif.
Usulan Prioritas Pembangunan
Proses perencanaan pembangunan daerah ini telah menghasilkan ribuan usulan prioritas dari berbagai forum perencanaan. Dalam Musrenbang desa dan kelurahan, tercatat sebanyak 3.892 usulan prioritas, sedangkan dari Musrenbang RKPD tingkat kecamatan dihimpun 144 usulan prioritas. Musrenbang Gen-Z, perempuan dan kelompok rentan menghasilkan 45 usulan prioritas, pra-Musrenbang tematik stunting sebanyak 98 usulan prioritas, serta pra-Musrenbang RKPD kabupaten sebanyak 48 usulan prioritas.
Capaian Visi Misi Kabupaten Blora
Pada kesempatan yang sama, Bupati Arief Rohman juga memaparkan capaian visi misi Kabupaten Blora di bidang infrastruktur melalui program Dalane Sansoyo Alus. Dalam tahun terakhir, kabupaten ini telah mengalokasikan hampir Rp 430 Milyar untuk rekonstruksi jalan sepanjang 121,14 Kilometer termasuk Inpres Jalan Daerah sepanjang 20,81 Kilometer. Selain itu, kondisi jalan mantap di Kabupaten Blora saat ini mencapai 69,51 persen dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Pembangunan dan Bantuan
Kabupaten Blora juga menerima bantuan dari APBD provinsi dan APBN terkait program ketahanan pangan melalui pembangunan bendungan Cabean, embung, perbaikan saluran irigasi serta pengembangan jaringan air bersih yang telah menjangkau 247 rumah tangga. Selain itu, pemerintah kabupaten juga melaksanakan program Omahe Pantes dengan penanganan 1.102 unit rumah tidak layak huni, serta pemasangan 658 unit penerangan jalan umum melalui program Dalane Dadi Padang.
Investasi dan Wisata
Di sektor ekonomi, nilai investasi di Kabupaten Blora pada triwulan III tahun 2025 mencapai Rp1,729 triliun, sementara jumlah kunjungan wisatawan mencapai 1,16 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan menjadi pendorong ekonomi di Kabupaten Blora.
Pengaruh Pembangunan terhadap Angka Kemiskinan
Pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Blora juga berdampak positif terhadap angka kemiskinan di daerah ini. Pada tahun 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Blora turun menjadi 10,58 persen, dengan 1.882 orang berhasil tergraduasi dari kemiskinan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten telah berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakatnya.
Proses Penyusunan RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027
Penyusunan RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027 dimulai dari Musrenbang desa dan kelurahan, forum konsultasi publik rancangan awal RKPD, Musrenbang RKPD tingkat kecamatan, forum perangkat daerah, Musrenbang Gen-Z, perempuan dan kelompok rentan, pra-Musrenbang tematik stunting hingga pra-Musrenbang RKPD kabupaten. Ini menunjukkan bahwa prosesnya partisipatif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik secara langsung maupun secara daring.


